![]() |
| Kegiatan sosialisasi edukasi dampak LGBT oleh mahasiswa Universitas Abdurrab di SMA Negeri 5 Tapung. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Kampar - Puluhan siswa SMA Negeri 5 Tapung mengikuti sosialisasi bertajuk "Say No to LGBT" yang digelar oleh mahasiswa Universitas Abdurrab kelompok 14 di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Kamis (28/08/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai dampak negatif perilaku LGBT sekaligus mengajak generasi muda untuk menjaga nilai moral, agama, dan budaya, serta mengajak pelajar lebih bijak dalam menyikapi isu LGBT.
Dalam pemaparannya, Salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Abdurrab Maisan Suhartika menjelaskan pengertian LGBT, risiko yang ditimbulkan baik secara psikologis, kesehatan, maupun sosial, serta langkah pencegahan agar pelajar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
"Penyampaian materi dikemas dengan bahasa sederhana, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab sehingga mudah dipahami siswa. Ini sangat mudah dimengerti, jadi kami tahu bagaimana menjaga diri dan teman-teman agar tidak salah dalam bergaul," ujar salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Abdurrab Maisan Suhartika kepada Wartawan BersamaKitaNews.com Melalui Pesan WhatsApp, Kamis (28/08/2025).
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 5 Tapung Kamaruddin, M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut, karena kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam memperluas wawasan sekaligus memperkuat benteng diri menghadapi pengaruh negatif pergaulan.

"Kami berterima kasih atas kepedulian mahasiswa yang turun langsung memberikan edukasi kepada anak-anak kami dan kami harap kedepannya kegiatan semacam ini terus berlanjut," ucap Kepala Sekolah SMAN 5 Tapung Kamaruddin, M.Pd.
Lebih lanjutnya, kita ingin generasi muda sadar bahwa LGBT bukanlah gaya hidup yang normal dan anak-anak SMA sebagai penerus bangsa perlu dilindungi dari hal-hal yang dapat merusak moral dan masa depan mereka.
"Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Beberapa peserta bahkan mengaku baru memahami secara mendalam dampak buruk LGBT setelah mengikuti sosialisasi," pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pesan moral agar seluruh siswa berani berkata "tidak" pada perilaku menyimpang, termasuk LGBT, serta terus menjaga pergaulan sehat demi masa depan yang lebih baik.
(Maj/Bkn)




