![]() |
| Demo Mahasiswa 5 September 2025 di DPR RI Jakarta menolak kenaikan tunjangan DPR. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Jakarta - Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dipastikan akan menggelar aksi besar-besaran di Depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (05/09/2025).
Aksi ini digagas oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Gelombang protes mahasiswa ini dipicu oleh beberapa isu utama, antara lain rencana kenaikan tunjangan dan fasilitas DPR yang dinilai berlebihan, lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat.
Selain itu, kurangnya transparansi anggaran negara dalam proyek-proyek strategis, dan krisis kepercayaan publik terhadap wakil rakyat yang dianggap lebih sibuk dengan kepentingan politik dibanding kepentingan rakyat.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan bahwa gerakan ini murni suara mahasiswa untuk rakyat, bukan kepentingan politik praktis.
Dalam pernyataannya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merumuskan empat tuntutan besar yang akan disuarakan dalam aksi :
- Menolak kenaikan tunjangan DPR RI yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi rakyat.
- Mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
- Menuntut transparansi penggunaan APBN, khususnya untuk proyek infrastruktur dan program bantuan sosial.
- Mengembalikan peran DPR sebagai wakil rakyat sejati, bukan sekadar simbol kekuasaan politik.
Aksi mahasiswa dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di berbagai kampus sekitar Jakarta. Massa kemudian bergerak menuju Kompleks Parlemen Senayan.

Untuk mengantisipasi keramaian, pihak kepolisian menyiapkan ribuan personel pengamanan dengan jalur utama menuju DPR, termasuk Jl. Gatot Subroto dan kawasan Senayan, diperkirakan mengalami kemacetan sehingga masyarakat diimbau mencari jalur alternatif.
Menjelang aksi, media sosial ramai memperbincangkan rencana demonstrasi ini. Sebagian netizen menyatakan dukungan penuh, menyebut mahasiswa sebagai garda terdepan rakyat.
Ada pula yang mengingatkan agar aksi dilakukan secara damai tanpa bentrokan. Sebagian lainnya memilih bersikap netral, menunggu hasil aksi sebelum memberikan penilaian.
Aksi mahasiswa ini diperkirakan menimbulkan beberapa dampak penting, seperti tentang Politik untuk tekanan terhadap DPR agar meninjau ulang kebijakan tunjangan dan meningkatkan transparansi, kemudian tentang sosial untuk membangkitkan solidaritas masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit.
Selain itu, tentang ekonomi untuk aktivitas bisnis dan lalu lintas di sekitar Senayan berpotensi terganggu dan tentang media untuk isu ini dipastikan menjadi sorotan nasional, bahkan berpotensi diliput media internasional.
Aksi mahasiswa 5 September 2025 menjadi momentum penting yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan politik nasional. Publik kini menunggu apakah suara mahasiswa akan benar-benar didengar atau sekadar menjadi gema sementara.
Satu hal yang pasti, gerakan mahasiswa sekali lagi menunjukkan bahwa demokrasi masih hidup di Indonesia, dan generasi muda tetap menjadi penggerak utama dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
(Rpls/Bkn)




