![]() |
| Aksi damai mahasiswa Bengkalis menyoroti layanan penyeberangan Roro, kasus narkoba, dan harga bahan pokok. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Bengkalis - Sekitar 300 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (GERAM-B) menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis, Rabu (03/09/2025).
Aksi ini berjalan tertib, humanis, aman, dan tanpa insiden untuk menyampaikan berbagai tuntutan, mulai dari isu nasional hingga persoalan daerah. Isu nasional yang diangkat mencakup tragedi driver ojol di Jakarta, sementara isu daerah meliputi layanan penyeberangan Roro Bengkalis, darurat narkoba, penanganan abrasi, dan pengendalian harga bahan pokok.
Selain itu, mahasiswa juga mendorong pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkalis dan pengamanan aksi dilakukan sebanyak 315 personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan.
Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi mahasiswa dan kami terbuka terhadap kritik dan siap berdialog terkait kasus nasional, seperti driver ojol di Jakarta, proses hukum sudah berjalan.
"Sementara untuk isu narkoba, kami berhasil mengamankan hampir 250 kilogram barang bukti narkotika dengan lebih dari 40 tersangka sepanjang tahun ini," jelas Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, S.I.K., M.I.K.

Mahasiswa menekankan perlunya perbaikan layanan penyeberangan Roro Bengkalis dan memberi batas waktu satu bulan bagi pemerintah daerah untuk menanganinya. Jika masalah tidak teratasi, mereka meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis mundur dari jabatannya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha menerima mahasiswa secara langsung dan menegaskan pentingnya penyeberangan Roro bagi ekonomi masyarakat.
"Aspirasi mahasiswa ini menjadi masukan penting bagi kami. DPRD bersama OPD Kabupaten Bengkalis akan mengevaluasi dan menindaklanjuti seluruh tuntutan mahasiswa," terang Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha.
Rangkaian aksi diakhiri dengan audiensi mahasiswa bersama DPRD dan perwakilan Pemerintah Daerah. Seluruh peserta membubarkan diri secara tertib setelah membersihkan lokasi, tanpa insiden atau tindakan kekerasan, dan menegaskan karakter aksi yang damai dan humanis.
(Maj/Bkn)




