![]() |
| Tim gabungan Basarnas bersama pihak kepolisian saat mengevakuasi jasad korban. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Pinggir - Setelah dilaporkan hilang hampir sepekan, seorang pria bernama Tiopan Siregar (37) warga Kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, ditemukan meninggal dunia di kanal perkebunan PT. ADEI Plantation and Industry, Sabtu (25/10/2025) pagi.
Penemuan jasad korban bermula dari laporan seorang pekerja kebun yang mencium bau menyengat saat melintas di Areal 164 KM 1 Divisi 4, Desa Semunai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.
Kapolsek Pinggir AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H., membenarkan penemuan jasad korban tersebut dan mengatakan, jasad pertama kali ditemukan oleh seorang mandor panen sekitar pukul 08.00 WIB.
"Saksi mencium bau tidak sedap di sekitar kanal dan menemukan tubuh seorang pria dalam posisi telungkup di tumpukan kayu serta pelepah sawit," ungkap AKP Bayu Ramadhan Effendi kepada Wartawan BersamaKitaNews.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/10/2025) malam.
Setelah mendapat laporan, Tim Opsnal Polsek Pinggir bersama pihak PT. ADEI langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban ditemukan mengenakan kaos biru dan celana pendek cokelat dengan kondisi tubuh sudah membengkak dan berbelatung.

"Berdasarkan keterangan keluarga, korban dilaporkan hilang sejak Senin, 20 Oktober 2025. Saat itu korban berpamitan kepada ibunya untuk mengutip berondolan sawit di kebun milik keluarga di Dusun Air Hitam, Desa Semunai Kecamatan Pinggir," terangnya.
Namun hingga malam, korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga, kemudian melakukan pencarian dan hanya menemukan gerobak dorong (angkong) milik korban di sekitar kebun.
"Karena tidak menemukan korban, pihak keluarga melapor ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Titian Antui dan dilakukan pencarian bersama warga dan Basarnas sejak tanggal 20 hingga 25 Oktober 2025. Kemudian, korban ditemukan sekitar 2 (dua) kilometer dari kebun milik pihak keluarga," terangnya.
Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan di RSUD Mandau, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban terpeleset ke kanal dan tenggelam, karena korban tidak bisa berenang. Saat kejadian, debit air kanal juga sedang tinggi akibat hujan.
"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah korban pun diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kami memastikan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali, serta turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban," pungkasnya.
(Rpls/Bkn)




