![]() |
| Pemeriksaan psikologis ini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. (Foto: Istimewa) |
Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan Tim Psikologi SDM Polda Riau yang telah diterjunkan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap tersangka, yang diketahui merupakan anak kandung korban.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap kondisi mental, stabilitas emosi, serta faktor-faktor psikologis yang diduga melatarbelakangi tindak kekerasan tersebut.
Dalam prosesnya, tim menggunakan berbagai metode, mulai dari wawancara, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna memperoleh gambaran utuh terkait kondisi kejiwaan tersangka.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa pemeriksaan psikologis ini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan agar penanganan kasus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga dari sisi psikologis pelaku.
“Hasil pemeriksaan ini nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya,” ujar pihak kepolisian.
Saat ini, tersangka masih diamankan di Polres Bengkalis dan menjalani proses hukum lebih lanjut sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan tim psikologi.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian akan pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga sebagai upaya mencegah terjadinya tindak kekerasan.




