![]() |
| Melalui program BEDAK sebagai gerakan bersih desa dan kelurahan. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Bengkalis - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis memperkuat komitmen dalam penanganan sampah berbasis masyarakat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara desa dan kelurahan se-Kecamatan Bengkalis dengan Bank Sampah Induk Berseri, Selasa (19/05/2026).
Kerja sama tersebut menjadi dasar peluncuran dua inovasi unggulan, yakni BEDAK (Bersih Desa Kelurahan) dan BANSAKU (Bank Sampah Desa Kelurahan) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Panglima Minal Kantor Camat Bengkalis itu dihadiri Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, Kepala DLH Kabupaten Bengkalis Agus Susanto beserta jajaran, lurah, kepala desa, penjabat kepala desa, pengurus Bank Sampah Induk Berseri, serta tokoh masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Bengkalis Agus Susanto mengatakan, antusiasme pemerintah desa dan kelurahan terhadap program tersebut sangat tinggi. Saat ini, sebanyak 31 desa dan kelurahan di Kecamatan Bengkalis telah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Sampah Induk Berseri.
“Hari ini kita saksikan 31 desa dan kelurahan telah ikut menandatangani MoU dengan Bank Sampah Induk Berseri. Ini bukti bahwa semangat gotong royong untuk lingkungan bersih di Bengkalis semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Agus, program tersebut bertujuan mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya sesuai jenis masing-masing agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Melalui program BEDAK sebagai gerakan bersih desa dan kelurahan, serta BANSAKU sebagai wadah bank sampah di tingkat desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan lingkungan yang bersih, tetapi juga peluang ekonomi dari pengelolaan sampah,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola bank sampah.
“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola Bank Sampah Induk Berseri menjadi kunci penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis,” tegasnya.
Agus juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Bengkalis di bawah kepemimpinan Camat Rafli Kurniawan yang dinilai aktif mendorong inovasi lingkungan dan pengembangan bank sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Ia berharap program BEDAK dan BANSAKU dapat menjadi percontohan dan dikembangkan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis.
“Mari jadikan kerja sama ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan pelayanan publik yang humanis, ramah lingkungan, dan berkeadilan,” katanya.
Penandatanganan kerja sama tersebut menandai dimulainya implementasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan perangkat desa, kelurahan, dan warga secara langsung. Pemerintah Kabupaten Bengkalis optimistis program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah daur ulang.




