![]() |
| Aurora Nur Razak Nasution mengangkat legenda Mandailing lewat karya visual Boru Namora. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Rokan Hulu - Di tengah maraknya tren fashion modern yang semakin menjauh dari akar budaya lokal, seorang anak muda asal Kabupaten Rokan Hulu Aurora Nur Razak Nasution menciptakan desain busana bertema Boru Namora Suri Andung Jati, Rabu (10/12/2025).
Karya tersebut terinspirasi dari legenda perempuan Mandailing yang dihormati dalam adat. Inisiatif ini sekaligus menjadi cara baru memperkenalkan kembali warisan sejarah kepada generasi sekarang.
Desain Boru Namora Suri Andung Jati tidak hanya sekadar motif atau tampilan visual, tetapi membawa pesan budaya, merepresentasikan karakter perempuan Mandailing dalam sentuhan modern yang tetap menghargai nilai tradisi.
Melalui perpaduan unsur kontemporer dan warisan lokal, Aurora Nur Razak Nasution berhasil menghadirkan kembali sosok Boru Namora dalam bentuk yang lebih relevan dan dapat diterima generasi muda masa kini.
Dalam pemaparannya, Aurora Nur Razak Nasution menjelaskan bahwa Boru Namora Suri Andung Jati merupakan simbol harga diri, kekuatan, dan kebijaksanaan.

"Kalau kita tidak angkat sekarang, cerita ini akan hilang dan sejarah akan terlupakan. Saya ingin generasi muda tahu bahwa kita punya sejarah besar yang tidak kalah dari daerah lain," terang Aurora Nur Razak Nasution Kepada Wartawan BersamaKitaNews.com melalui Pesan WhatsApp, Rabu (10/12/2025) sore.
Dengan karyanya, Aurora Nur Razak Nasution berharap Boru Namora bukan hanya legenda yang sekadar diceritakan oleh para tetua, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan yang bisa dilihat, dipakai, dan dirayakan oleh generasi muda hari ini.
"Selain menjadi karya visual, desain ini membuka ruang dialog tentang identitas, akar tradisi, dan pentingnya menjaga cerita-cerita lama agar tetap hidup," tuturnya.
Langkah kreatif Aurora Hur Razak Nasution ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa menghadirkan legenda Boru Namora Suri Andung Jati melalui media fashion adalah pendekatan baru yang efektif untuk memperkenalkan kembali warisan budaya Rokan Hulu.
Karya tersebut diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi pengembangan fashion berbasis budaya lokal di Rokan Hulu, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih percaya diri dengan identitas daerahnya.
(Rpls/Bkn)




