![]() |
| Penyerahan cenderamata dalam Pagelaran Budaya Adat Sakai di Mandau. (Foto: Muhammad Ajaji/BersamaKitaNews.com) |
BersamaKitaNews.com, Mandau - Melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkuat identitas masyarakat, Pagelaran Budaya Adat Suku Sakai Kawasan Bathin 8 dan Bathin 5 kembali digelar di Rumah Adat Sakai, Jalan Rangau KM 6 Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Senin (08/12/2025) siang.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai ritual dan kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai ajang silaturahmi masyarakat adat, pagelaran ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi agar generasi muda semakin mencintai dan memahami nilai budaya Sakai yang kini kian jarang ditampilkan.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam pembukaan, seperti Tari Poang, Tari Lancang Kocik, Badiki Suau Tujuh Tingkek, Bazar UMKM Kerajinan Tangan, hingga prosesi adat pernikahan Simbol Ukup Pebatit. Penampilan ini menjadi daya tarik utama, sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Sakai.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau melalui Dinas Kebudayaan Riau Zul Ikram menjelaskan bahwa pelestarian budaya sakai merupakan bagian dari identitas melayu dan budaya riau secara keseluruhan.

"Sebagian masyarakat mungkin baru pertama kali menyaksikan tradisi ini. Pagelaran ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkannya kembali. Provinsi Riau telah mencatat 71 Warisan Budaya Takbenda secara nasional hingga 2024," terang Zul Ikram.
Dikatakannya, unsur budaya masyarakat adat Sakai telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia sejak 2020. Eksistensi budaya ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru masyarakat, mulai dari UMKM berbasis tradisi hingga wisata budaya.
"Ketergantungan pada sumber daya alam tidak bisa diandalkan jangka panjang. Budaya mampu membuka peluang ekonomi baru. Kegiatan ini layak dipromosikan lebih luas, bahkan menjadi agenda wisata budaya tingkat provinsi," tuturnya.

Sementara itu, Panglimo Debalag Sakai Riau Syafrin juga menegaskan bahwa pagelaran budaya ini menjadi ruang penting untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga budaya lokal.
"Pagelaran budaya ini adalah cara kita menunjukkan bahwa tradisi sakai tetap hidup dan harus terus dijaga. Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, tetapi memerlukan dukungan pemerintah serta masyarakat luas," jelas Panglimo Debalag Sakai Riau Syafrin.
Tak hanya itu, Syafrin juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, agar nilai adat, kearifan lokal, dan identitas sakai dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, serta menjadi daya tarik wisata budaya di Riau.

"Dengan terselenggaranya pagelaran budaya ini, masyarakat Sakai Bathin 8 dan 5 mendapatkan wadah lebih luas untuk mempertahankan tradisi, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada publik, khususnya generasi muda," pungkasnya.
Melalui dukungan berbagai pihak, Pagelaran Budaya Adat Bathin 8 dan 5 diyakini akan terus berkembang menjadi agenda kebudayaan yang memperkuat identitas Riau di kancah nasional, serta menjadikan momentum memperkuat eksistensi budaya Sakai dan memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri seluruh elemen masyarakat, mulai dari Kapolda Riau melalui Dirpamobvit Kombes Pol Jonner M.H Samosir, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Bengkalis H. Toharuddin, Ketua LAMR Provinsi Riau, Bupati Siak, Walikota Dumai, dan Bupati Rokan Hilir.
Kemudian, Manajemen Perusahaan PT. Ara Abadi, Camat Mandau, Camat Bhatin Solapan, Pj Kades dan Lurah Se-Kecamatan Mandau, budaya suku sakai kawasan bathin 8 dan 5, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, Tokoh Masyarakat, dan Tamu Undangan.
(Maj/Bkn)




