![]() |
| Petugas kepolisian bersama warga saat proses olah TKP. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Pinggir - Di tengah suasana Lebaran pertama, seorang pria berinisial Eko Andrianto (38) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Bhatin Tomat RT 002 / RW 004 Desa Semunai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Sabtu (21/03/2026) sekira pukul 11.30 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang baru pulang ke rumah bersama kakeknya. Saat membuka pintu melalui jendela kaca nako, saksi melihat korban dalam kondisi leher terikat kain panjang di bagian tengah rumah.
Hal ini disampaikan Kapolsek Pinggir AKP Bayu Ramadhan Effendi membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat pertama kali dilihat oleh keluarga.
"Saksi melihat korban dengan leher terikat kain panjang di bagian pintu tengah rumah. Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera memanggil anggota keluarga lainnya," terang AKP Bayu Ramadhan Effendi kepada wartawan BersamaKitaNews.com melalui Pesan WhatsApp Grup, Sabtu (21/03/2026) sore.
Lebih lanjutnya, kakek korban yang tiba di lokasi sempat memeriksa denyut nadi, namun korban dipastikan telah meninggal dunia. Sekitar pukul 12.40 WIB, Tim Opsnal Polsek Pinggir tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

"Dari hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi duduk dengan leher terikat menggunakan kain panjang berwarna krem yang diikat di bagian atas pintu rumah dan kaki korban terlipat di atas kursi plastik hijau, dengan satu kaki menyentuh lantai," jelasnya.
Berdasarkan keterangan istri korban, sebelum kejadian korban sempat menyuruhnya pergi ke rumah orang tuanya di Dusun Air Hitam Desa Semunai Kecamatan Pinggir, sekitar pukul 10.30 WIB dan berjanji akan menyusul.
"Namun tidak lama berselang, korban justru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pihak keluarga juga menyatakan korban tidak memiliki permasalahan dengan keluarga maupun orang lain sebelum kejadian," ungkapnya.
Tak hanya itu, AKP Bayu Ramadhan Effendi juga mengatakan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi yang diketahui oleh ketua RT setempat. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Korban diduga meninggal akibat gantung diri. Penyebab pasti kematian korban juga belum dapat dipastikan, karena tidak dilakukan autopsi. Namun dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.




