![]() |
| Kenduri Tarekat Naqsyabandiyah di Rumah Suluk Khairul Amal. (Foto: Muhammad Ajaji/BersamaKitaNews.com) |
BersamaKitaNews.com, Pinggir - Kenduri sedekah menjadi salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan dalam amalan Tarekat Naqsyabandiyah, khususnya saat penutupan kegiatan suluk. Tradisi tersebut juga dilakukan di Rumah Suluk Khairul Amal, Jalan Pelajar Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Minggu (08/03/2026).
Kegiatan kenduri yang digelar bersama para jamaah ini telah berlangsung secara turun-temurun dan tetap dijaga hingga saat ini. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di antara para jamaah.
Tuan guru Rumah Suluk Khairul Amal, Khalifah Safi'i menyampaikan bahwa jamuan atau kenduri yang dilaksanakan merupakan bagian dari ketentuan dalam ajaran Tarekat Naqsyabandiyah. Melalui kegiatan tersebut, para jamaah berharap kenduri yang dilaksanakan membawa hidayah dan keberkahan bagi seluruh yang hadir.

Para jamaah yang mengikuti suluk juga menjalani pembinaan spiritual selama 10 hari. Dalam masa tersebut, peserta meninggalkan rumah, keluarga, anak, dan istri untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui zikir dan doa.
Perpisahan sementara dengan keluarga itu dimaknai sebagai latihan spiritual untuk menguji keikhlasan hati serta memperkuat keteguhan dalam menjalani kehidupan beragama. Para peserta suluk diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan hati yang lebih bersih serta keimanan yang lebih kuat.
Kepala Desa Muara Basung, Akhyar Mukmin, melalui Sekretaris Desa Muara Basung, Sukirno, mengucapkan terima kasih kepada para tuan guru serta jamaah suluk yang telah melaksanakan rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Menurut Sukirno, kegiatan suluk tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Muara Basung karena diisi dengan doa dan zikir yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tuan guru Tarekat Naqsyabandiyah serta seluruh jamaah suluk. Kegiatan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Harapan kami, doa dan zikir yang dipanjatkan selama bersuluk dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Muara Basung,” ujarnya.
Ia juga berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan suluk dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, M. Alga Vicky Azmi dalam sambutannya mengajak para jamaah untuk terus menghidupkan amalan suluk, khususnya pada bulan Muharram, sebagai upaya memperbanyak doa dan zikir demi kebaikan serta keselamatan kampung dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para tuan guru Rumah Suluk Khairul Amal yang akan menunaikan ibadah umroh dan haji agar diberikan kesehatan serta kembali ke tanah air dengan selamat.
“Kita juga mendoakan tuan guru Rumah Suluk Khairul Amal yang akan menunaikan ibadah umroh dan haji, semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.
M. Alga Vicky Azmi juga mengungkapkan bahwa dirinya turut mengikuti kegiatan suluk selama 10 hari tersebut. Menurutnya, keikutsertaan itu merupakan wasiat dari almarhum orang tuanya agar ia senantiasa melaksanakan suluk sebagai bentuk muhasabah diri dan pendekatan kepada Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa ajaran Tarekat Naqsyabandiyah bukanlah ajaran yang dibuat oleh para pengikutnya, melainkan ajaran yang diwariskan secara turun-temurun oleh para ulama dan tuan guru.




